5 Mitos yang Menghantui Para Penulis Pemula

(Ditulis oleh : Rain Lee)

Selama ini kita selalu dibuat terkagum-kagum oleh para penulis profesional, sebut saja satu nama seperti Tere Liye, karyanya benar-benar sudah dikenal oleh semua kalangan. Bahkan beberapa karyanya sudah diadaptasi ke layar lebar. Namun, apakah kamu pernah merasa minder dengan tulisan-tulisan mereka dan merasa karyamu sendiri itu kurang berkualitas, jelek, atau tidak pantas untuk dipublikasikan?

Banyak sekali mitos-mitos yang selama ini sering menghantui para penulis, dan tidak jarang membuat para pemula jadi mundur teratur untuk menggapai impian mereka jadi penulis sekelas Tere Liye. Nah, supaya kamu tetap yakin untuk menjadi penulis, hari ini @ikutlomba bakalan share beberapa mitos yang mungkin pernah mengganggu pikiranmu juga saat menulis.

1. Writer’s Block Hanya Dialami Pemula

Kamu pasti pernah mengalami yang namanya Writer’s Block, apalagi untuk kamu yang menulis di tengah kegiatan lain. Kadang saat sudah mulai menulis, di tengah proses tiba-tiba mengalami kehilangan ide. Nah, sebenarnya writer’s block itu bukan hanya dialami oleh penulis pemula, lho … J.K. Rowling yang sudah  menghasilkan banyak sekali karya luar biasa pun tidak luput dari writer’s block.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa terbebas dari penyakit penulis satu ini? Caranya sangat mudah, yaitu dengan menyiapkan outline atau kerangka cerita sebelum kita mulai menulis cerita. Kerangka cerita akan membantu kamu tetap menulis di ide awal, dan tentu saja jika kamu punya kerangka cerita … kamu tidak akan lupa dengan ide cerita yang ingin kamu buat.

2. Menulis Harus Selalu di Tempat yang Tenang

Kamu pasti pernah membaca tips menulis yang menyarankan kamu untuk mencari tempat hening, terpencil, atau yang jauh dari keramaian. Jika kamu sudah menerapkan tips itu tapi malah jadi nggak dapet ide apapun, bisa jadi kamu tidak cocok menulis di tempat sepi Explore dirimu ke tempat yang ramai, faktanya banyak sekali lho penulis yang justru sengaja mencari tempat ramai untuk bisa mengamati keramaian dan mencari inspirasi.

Terlebih bagi kamu yang ingin menulis novel, kamu butuh sekali mengamati banyak karakter manusia untuk bisa kamu tuangkan ke dalam tokoh dalam karyamu supaya bisa lebih hidup. Mau di tempat sunyi atau di tengah keramaian, intinya buatlah dirimu senyaman mungkin.

3. Diterima Penerbit itu Hanya Untuk Karya Luar Biasa

Sebuah karya luar biasa berawal dari banyak sekali jatuh bangun, revisi, dan juga penolakan. Novel Harry Potter pernah mengalami banyak sekali penolakan, kamu pasti sering mendengarnya dari postingan motivasi penulis. Kamu wajib banget percaya diri untuk bisa sampai di titik keberhasilan. Penerbit menolak naskah kamu tidak selalu soal jelek atau bagusnya naskah tersebut, biasanya penerbit juga punya karakter yang khas dari buku-buku yang mereka cetak sehingga memungkinkan naskah yang tidak sesuai kriteria mereka akan ditolak.

Banyak sekali lho penulis baru yang akhirnya menemukan penerbit yang jodoh dengan mereka, lalu mendapatkan kesempatan untuk mencetak buku, lalu karya mereka nangkring di rak-rak toko buku kesayangan. Itu semua berkat percaya diri dan kegigihan mereka untuk terus memperbaiki kualitas karya mereka.

4. Penulis Profesional adalah Makhluk yang Menulis Sepanjang Waktu

Masih banyak sekali penulis pemula yang percaya dengan mitos satu ini, padahal penulis profesional pun akan memberikan waktu bagi dirinya sendiri untuk istirahat, refreshing, dan juga memberi jeda antar waktu menulisnya. Jika kamu terus memaksakan dirimu menulis sepanjang waktu, maka ada kemungkinan tulisanmu menjadi tidak optimal lagi dan mengalami kehabisan ide.

Berikan waktu untuk kamu istirahat, namun tetap jaga komitmen menulismu. Jangan sekali istirahat lalu bablassss tidak dilanjut lagi karena terjangkit virus malas.

5. Ide Hanya Didapatkan dari Hal-Hal Luar Biasa yang Masih Asing

Mengangkat ide-ide yang masih asing di kalangan penulis lain memang sebuah hal yang bagus, namun jika memang kamu tidak ada hal luar biasa asing untuk diangkat menjadi sebuah ide, itu bukanlah sebuah dosa besar. Banyak sekali hal-hal yang dekat dengan diri kamu untuk bisa dijadikan ide dalam tulisan.

Tidak jarang juga pembaca akan merasa lebih relate dan dekat dengan ide yang berhubungan dengan aktivitas sehari-hari. Jangan berkecil hati jika yang kamu ketahui hanya hal-hal sederhana, jadikan gaya bahasa dan penyampaian narasimu sebagai daya pikat dalam tulisan.

Nah, mulai sekarang kamu sudah tahu kan beberapa hal yang selama ini menghantui para penulis pemula yang sebenarnya itu masih bisa diatasi dan justru hanya anggapan-anggapan yang tidak valid. Semangat berkarya terus yaaa …. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya. Yuk, ikut lomba!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *