Alasan Memilih Menjadi Penulis

(Ditulis Oleh : Renata Hezekiel)

Sejatinya, banyak orang bisa menulis. Nggak ada yang nggak bisa menulis. Sebab jika ditilik lebih dalam di masa sekarang, semua orang menulis, entah menulis untuk karya ilmiah, tugas sekolah atau kuliah, hingga menulis status di media sosial. Namun, nggak semua orang memilih untuk menekuninya dengan baik. Meski nggak dipungkiri, ya, selepas pandemi yang terjadi, kini bidang kepenulisan mulai dilirik banyak orang, Nah, apakah kamu salah satunya yang sekarang menekuni bidang kepenulisan?

Ada banyak alasan seseorang memilih untuk memilih menjadi menulis, bahkan mengabdi pada literasi. Salah satunya tentu karena sebuah kecintaan yang teramat dalam. Menulis memang bisa menjadi media pengungkapan rasa yang sulit diucapkan. Menulis juga membuat kita abadi. Andrea Hirata memilih menjadi penulis bermula dari rasa sayang kepada sang guru dan kampung halamannya, Dee Lestari dengan kecintaannya sendiri, Raditya Dika yang berawal dari kesehariannya menulis blog tentang pengalaman saat menjadi pelajar di luar negeri.  Jadi, apa saja sih yang membuat seseorang akhirnya memilih untuk menjadi penulis? 

  1. Jatuh Cinta dengan Menulis

Seperti halnya seseorang yang sedang dilanda asmaraloka, mereka jatuh cinta begitu saja terhadap literasi. Entah kata-kata indah yang mampu menyentuh hati atau dari tulis menulis rasa cinta itu dapat tertuang dengan abadi. Berawal dari sekadar hobi belaka, lalu lama kelamaan jatuh semakin dalam. Mungkin kamu salah satunya, menjadi penulis karena jatuh cinta dengan rangkaian kata-kata bak tulisan pujangga. 

  1. Karena Suka Curhat dan Menyembuhkan Luka

Nggak dipungkiri bahwa nggak semua orang mampu mengungkapkan isi hatinya secara lisan. Ada sebagian orang yang justru akan lebih nyaman menuangnya dalam catatan panjang. Bermula dari konsumsi sendiri, hingga memberanikan diri untuk menulis lebih dalam dan mempublikasinya. Banyak kisah yang diangkat ke dalam novel dengan berdasarkan kisah nyata atau penulis itu sendiri. Bukan hal yang salah kok, kalau kamu memilih menjadi penulis berawal dari pengalaman buruk di masa lalu. Pada dasarnya, menulis memang mampu mengurangi beban yang sedang kita pikul. Memang sih porsinya tak seberapa, seperti yang dikatakan banyak penulis yang berangkat dari luka di hati bahwa perasaan patah hati bisa menginspirasi untuk menulis. True or false?

  1. Karena Ingin Eksis

Nah, alasan ini juga bisa menjadikan seseorang memilih untuk menjadi penulis. Di masa sekarang dimana teknologi semakin maju dan kita dimudahkan oleh banyak hal. Kini penulis tak sekadar hanya diingat nama, namun bisa menjadi sosok selebriti yang umum dikenal dengan sebutan influencer. Media sosial yang semakin hari semakin berkembang pesat, tentunya memudahkan seorang penulis untuk memasarkan karyanya dan dikenal lebih banyak khalayak secara cepat. 

  1. Berbagi Ilmu yang Dikuasai

Kamu seorang ahli medis? Atau bidang khusus lainnya? Seseorang yang menekuni bidang ilmu tertentu biasanya juga termotivasi untuk bisa menulis juga. Hal ini tentu saja didasari atas niat baik berbagi ilmu. Biasanya sesuatu yang jarang diketahui orang, apabila dituliskan ke dalam sebuah karya sastra, hal itu akan menjadi karya si penulis terlihat lebih unik dan menarik. Apa kamu salah satu yang memiliki alasan ini?

Apapun alasan yang memotivasi kamu untuk menulis, tetaplah menulis dan berkarya, ya.