Mengenal Apa Itu Outline Dalam Cerita?

(Ditulis oleh : Renata Hezekiel)

Berhenti menulis di tengah jalan, ide seolah hilang begitu saja dan berakhir nggak tahu harus melanjutkan cerita seperti apa lagi. Hal-hal demikian biasa terjadi ketika kita menulis sebuah cerita atau novel. Maka, ada baiknya sebelum menulis, kita membuat outline lebih dulu.

Outline merupakan kerangka karangan pada suatu karya tulis. Outline bisa juga diartikan sebagai rencana penulisan yang memuat garis besar keseluruhan isi cerita. Mudahnya, dengan menulis outline kita dapat meminimalisir ide yang buntu di tengah jalan dan tahu runtutan adegan per adegannya secara terstruktur, sistematis, logis, serta jelas. Ada beberapa tips yang bisa Sahabat Minikla coba untuk membuat outline, ya.

1. Pilih Ide atau Topik Utama

Tulislah ide sebanyak-banyaknya ke dalam catatan, kemudian filter atau pilih beberapa topik yang sesuai dari kumpulan ide yang sudah kalian buat tadi. Usahakan ambil ide yang paling dekat dengan dirimu atau yang paling kamu pahami terlebih dahulu.

2. Bagi Outline Menjadi Tiga Bagian

Setelah menentukan ide mana yang akan dijadikan sebagai tema utama cerita, kalian bisa membaginya menjadi tiga bagian, yaitu awal, pertengahan, dan akhir. Setiap bagian berisikan garis besar cerita.

Bagian Awal : Bagian ini bisa disebut sebagai setup. Di sini berisikan garis besar pengenalan karakter-karakter yang ada di dalam cerita, awal mula timbulnya permasalahan di antara karakter.

Bagian Pertengahan : Merupakan klimaks dari cerita yang kita buat. Dari permasalahan mulai semakin kompleks hingga mencapai mata badai masalah utama. Konflik-konflik utama cerita akan muncul pada bagian ini.

Bagian Akhir : Bagian penurunan masalah atau disebut juga sebagai konklusi. Bagaimana karakter-karakter di dalam cerita dapat menyelesaikan permasalahan dan akhir dari cerita. Pada akhir cerita kamu bebas menentukan endingnya, apakah akan berakhir sedih (Sad Ending) atau bahagia (Happy Ending).

3. Buatlah Poin-poin Bagian

Buatlah poin-poin dari masing-masing bagian di atas. Sahabat Minikla nggak perlu takut jika salah satu atau dua poin nantinya diubah atau bahkan nggak kepakai. Tulis saja dulu semua poin-poin secara detail, berurutan dan saling berkesinambungan satu sama lain. Ini bermanfaat ketika kalian tiba-tiba buntu saat menuliskan cerita. Tinggal intip outline saja deh.

4. Info Tambahan

Kalian bisa menambahkan catatan atau keterangan lain yang sekiranya dibutuhkan untuk mendukung jalannya cerita kalian.

Nah, mudah, kan, Sahabat Minikla? Ayo, mulai buat outline-nya sekarang!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *