Seberapa Kuat Karakter Antagonismu?

(Ditulis Oleh : Renata Hezekiel)

Kalau pertama kali dengar kata ‘antagonis’ apa hal pertama yang kamu pikirkan?

Jahat, arogan, kasar, ambisius, dan lain-lain. 

Biasanya nggak akan jauh-jauh dari sifat buruk manusia, ya. Padahal secara KBBI antagonis didefinisikan sebagai orang yang suka menentang, jika dalam sebuah karya sastra biasanya menentang tokoh utama. Jadi, sebetulnya nggak melulu tokoh antagonis itu memiliki sifat kasar atau jahat seperti anggapan yang biasa dipahami, ya. 

Seberapa penting sih peranan tokoh antagonis dalam cerita?

Penting banget! 

Walaupun perannya menentang tujuan si tokoh utama, tapi dengan adanya peran antagonis, ceritamu bisa lebih hidup. Biasanya penulis akan lebih fokus pada penguatan karakter protagonis, ketimbang tokoh antagonis atau pendukung. Kali ini, Minikla akan kasih tahu kamu tentang gimana sih caranya menciptakan tokoh antagonis yang nyentrik dan pastinya bakal bikin ceritamu jadi lebih menarik. 

    1. Bersifat Ambisius dan Cerdas

Kalau biasanya tokoh antagonis melukai atau menyakiti orang lain, cobalah untuk membuat tokoh antagonis yang mengorbankan dirinya sendiri untuk mencapai apa yang diinginkan. Kamu bisa lihat dari tokoh Lord Voldemort pada novel karya J. K Rowling, Harry Potter. Voldemort rela memecah jiwanya demi ambisinya untuk abadi. Selain ambisius, tokoh antagonis juga harus cerdas. Hal ini supaya kamu bisa mengembangkan alur cerita dengan konflik yang halus tapi penuh makna. 

    1. Kisah Hidup yang Pahit

Masa lalu yang buruk tentu akan memengaruhi sifat dan karakter tokoh di masa sekarang. Cobalah membuat draft masa lalu si tokoh antagonis yang mendukung perilakunya saat ini. Masa lalu yang pahit akan memancing ego dan ambisi seseorang untuk mencapai apa yang mereka inginkan. 

    1. Berpegang Teguh pada Prinsip

Tokoh antagonis harus memegang prinsipnya dengan teguh. Ini dimaksudkan agar si tokoh antagonis terkesan lebih kuat dan seolah nggak tergoyahkan oleh kejadian-kejadian di sekitarnya. Ibaratnya nih, apapun yang terjadi akan dilakukan demi tujuan tercapai. 

    1. Mampu Memengaruhi Pembaca

Menurut Minikla nih, peran antagonis pada poin ini benar-benar harus diperhatikan. Biasanya orang beranggapan bahwa tokoh utama yang menarik pembaca. Padahal nggak semua alur cerita demikian. Tokoh antagonis yang kuat dan dominan dapat menarik hati pembaca untuk terus membaca ceritamu hingga akhir. Tindakan antagonis akan memicu dan mendorong tokoh utama menjadi lebih hidup. Alur ceritamu juga jadi lebih seru. 

Untuk membangun cerita yang seru, kamu juga harus pandai-pandai dalam menyusun karakter-karakter tokoh yang nantinya akan mengisi ceritamu. Jangan hanya terfokus pada tokoh utama saja, kamu juga harus mencoba mengolah karakter-karakter lain seperti antagonis dan pendukung agar ceritamu menjadi lebih hidup. 

Selamat menulis!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *