Sudah Selesai Menulis? Lakukan Hal Ini Supaya Makin Keren!

  • by

(Ditulis : Renata Hezekiel)

Apa sih yang kamu lakukan setelah selesai menulis?

Menjadi seorang penulis merupakan hal yang luar biasa karena dengan menjadi seorang penulis, maka kita juga sekaligus menjadi pembaca itu sendiri. Neil Gaiman menyarankan dalam kutipannya yang berbunyi, ‘If there are things you aren’t satisfied with as a reader, go in and fix them as a writer: that’s revision’, yang berarti dengan penulis memposisikan diri sebagai pembaca, maka ia akan dengan mudah menemukan hal yang janggal, seperti kesalahan penulisan ejaan maupun tanda baca, kalimat yang kurang padu, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, seorang penulis harus membaca kembali tulisannya sebelum dikirimkan ke penerbit atau dipublikasikan.

Jika kamu sudah menyelesaikan tulisanmu, segera simpan dan diamkan hingga kamu memiliki pandangan baru. Sambil menunggu kamu siap untuk membacanya kembali, kamu bisa mulai menulis tema yang baru. Jika sudah siap, segera baca ulang tulisanmu dan lakukan swasunting/selfediting.

Dalam proses membaca ulang setelah kita diamkan dua hingga tiga hari, kita akan menemukan bahwa tulisan kita belum sempurna. Mulailah untuk menulis ulang, memperbaiki bagian-bagian yang dirasa belum sesuai atau padu, dan pastikan nggak ada lagi kesalahan penulisan. Kadang kala, kita merasa sayang atau nggak tega ketika harus memangkas bagian-bagian tertentu yang ada di tulisan kita. Nick Hornby mengatakan bahwa rahasia dari sebuah tulisan yang bagus ada pada proses menyunting itu sendiri, jadi jangan ragu-ragu untuk memangkasnya. Demi mendapatkan tulisan yang ciamik, nggak ada salahnya kita menghapus, memotong, atau membuang kata-kata yang nggak diperlukan dan justru membuat tulisan kita jadi terkesan berlebihan.

Hal terpenting dari proses menulis adalah menyelesaikannya. Selesaikan tulisanmu dengan sebaik mungkin sebelum mulai membaca ulang dan menyuntingnya sendiri. Sebab cerita yang belum selesai, selamanya nggak akan selesai. Selesaikan tulisanmu dan jangan lupa melakukan swasunting atau selfediting sebelum dipublikasi.

Jika kita sudah melakukan hal-hal di atas, kita akan tahu pentingnya melakukan swasunting atau selfediting setelah selesai menulis. Itulah kenapa swasunting dianggap penting karena dengan membiasakan diri melakukan swasunting kita bisa memahami bahwa tulisan yang rapi dan sesuai dengan aturan penulisan dapat menciptakan daya tarik pada pembaca dan nyaman untuk dibaca. Sehingga pembaca akan merasa senang dan betah membaca tulisan kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *